
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, secara resmi membuka Festival Literasi Tasik Santun 2026 di Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya, Selasa, 3 November 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong penguatan budaya literasi sekaligus mewujudkan perpustakaan yang inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pembukaan festival diikuti sekitar 100 peserta difabel dari Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) dan SLB Negeri se-Kota Tasikmalaya. Keterlibatan mereka menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan festival tahun ini, yang menempatkan kesetaraan akses literasi sebagai pesan penting kegiatan.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengapresiasi semangat para peserta difabel yang tetap aktif belajar dan berkarya. Menurutnya, kondisi fisik tidak seharusnya menjadi penghalang bagi siapa pun untuk mendapatkan pengetahuan dan mengembangkan kemampuan melalui kegiatan literasi. "Saya sangat mengapresiasi semangat teman-teman difabel. Di tengah keterbatasan, mereka menunjukkan bahwa semangat literasi tidak pernah padam. Pemerintah harus hadir di sini," ujar Viman. Ia menegaskan, pengembangan literasi dan inklusi harus berjalan beriringan. Literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menyangkut pemerataan akses terhadap informasi bagi seluruh masyarakat.
Wali Kota juga menyoroti masih banyak warga yang belum mengetahui keberadaan maupun fungsi Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Tasikmalaya. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan yang perlu dijawab melalui kerja sama lintas sektor. "Saya mendorong kolaborasi lintas sektoral, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, komunitas, untuk membawa gedung ini lebih dekat dan lebih dikenal masyarakat. Salah satunya dengan memperbanyak event seperti festival ini," katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya, H. Andi Abdullah, mengatakan Festival Literasi Tasik Santun 2026 tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana membangun kembali minat masyarakat terhadap literasi, khususnya kalangan generasi muda.
"Tujuan utama kami adalah memperluas akses informasi dan mendorong perpustakaan yang ramah dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat, termasuk teman-teman difabel. Perpustakaan harus menjadi rumah untuk semua," jelasnya. Apresiasi juga disampaikan Aceng, perwakilan ITMI. Ia mengaku bersyukur komunitas penyandang tunanetra mendapat ruang dan perhatian dari Pemerintah Kota Tasikmalaya.
"Terima kasih karena kami diakui di Kota Tasikmalaya. Sejak tahun 2000 hadir, program ITMI terus berjalan dan alhamdulillah diterima dengan baik oleh masyarakat," ungkap Aceng. Melalui festival tersebut, Pemkot Tasikmalaya berharap perpustakaan daerah semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat. Ke depan, gedung perpustakaan diharapkan berkembang menjadi pusat kegiatan literasi, kreativitas, serta interaksi sosial yang terbuka bagi semua kalangan.***
Sumber Artikel berjudul "Festival Literasi Tasik Santun 2026 Resmi Dibuka, Wali Kota Dorong Perpustakaan Inklusif dan Ramah Difabel", selengkapnya dengan link: https://kabarpriangan.pikiran-rakyat.com/kabar-priangan/pr-14810540156/festival-literasi-tasik-santun-2026-resmi-dibuka-wali-kota-dorong-perpustakaan-inklusif-dan-ramah-difabel